Ngabuburit Nyuci Baju Guru Ngajiku

3 Jul 2014

Hallo sahabat blogterselubung.blogdetik.com… kali ini saya akan mencoba mengenang kembali beberapa kebiasaan di masa lalu ketika bulan puasa tiba, terutama menjelang waktu berbuka puasa atau yang oleh sebagian orang dikenal dengan nama ngabuburit. Dari beberapa kegiatan yang saya lakukan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melupakan sejenak rasa lapar akibat berpuasa seharian. Inilah 4 kegiatan yang pernah saya lakukan untuk menunggu datangnya waktu maghrib/ berbuka puasa :

Pertama, membersihkan masjid/mushola yang ada di sekitar. Ini saya lakukan secara rutin bersama teman teman ketika masih duduk di tingkat dasar. Kebiasaan ini masih berlanjut hingga kelas 2 SMP. Kebiasaan ini kemudian menginspirasi beberapa teman untuk membentuk tim pembersih masjid dan mushola selama bulan ramadhan yang anggotanya adalah sukarelawan dari anak SD atau SMP, tapi karena kurang koordinasi akhirnya sekarang sudah tak jalan.

Kedua, mengisi waktu ngabuburit dengan bermain sepak bola. Rasanya sangat asyik bermain sepak bola sambil menunggu waktu berbuka. Dulu main bola bersama teman teman sekitar setengah jam menjelang buka puasa. Selain itu ada kenikmatan lain, rasanya ketika meminum es teh jadi terasa lebih segar dan memberi semangat yang berbeda. Kebiasaan ini mulai saya lakukan pada saat memasuki kelas 3 SMP dan masih berlanjut hingga kelas 1 SMA.

Ngabuburit Nyuci Baju Guru NgajikuKetiga, memanfaatkan ngabuburit untuk mencuci baju guru ngaji . Ini yang mungkin menjadi pengalaman baru dalam hidup ketika telah menempuh ilmu di pesantren. Saat bulan puasa tiba maka tak ada kata main atau jalan jalan untuk menunggu waktu berbuka puasa. Namun saya senang karena mendapat tugas untuk mencuci baju guru ngaji di sungai yang jaraknya 2 km dari pesantren . 100 % saya sangat bangga dengan tugas ini, karena saya percaya tak pernah mampu membalas jasa kebaikan sang guru dalam memberikan ilmu.

Kebiasaan ini berlanjut hingga 4 tahun lamanya, sungguh saat saat mencuci baju sang guru itu begitu menyentuh di hati. Yang agak kurang saya mengerti adalah bahwa meskipun jumlah cucian cukup banyak tapi anehnya saya tak pernah merasa lelah. Fresh… seteguk air putih ketika adzan maghrib tiba pun rasanya begitu nikmat , dimana kenikmatan air putih yang seperti dulu itu belum bisa saya rasakan lagi hingga detik ini. Saya selalu mengenang hal ini, terlebih ketika bulan ramadhan tiba seperti sekarang.

Keempat, seiring bertambahnya usia maka masa di pesantren telah terlewati dan dunia maya telah membuka dunia. Sejalan dengan itu saya pun berusaha belajar membuat blog bersama blogdetik dan di bulan ramadhan 1435 H ini saya ingin memanfaatkan sebagian waktu ngabuburit untuk ngablogburit.

Dengan ngablogburit maka berarti saya akan terus belajar membuat tulisan yang baik, syukur menjadi pemenang, kalaupun tidak menang maka saya percaya akan ada peningkatan kemampuan dalam membuat tulisan di blog yang saya kelola. Terima kasih untuk kunjungan sahabat di blog yang sangat sederhana ini. Selamat menunaikan ibadah puasa …..


TAGS blogdetik harapan ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me