7 Penyebab Pamor PKS Menurun Drastis Di Masyarakat

18 Nov 2013

Mengapa pamor dan citra pks lenyap di indonesiaHallo pembaca blogterselubung.blogdetik.com… hari ini menjadi hari yang santai untuk membahas fenomena lain yang menimpa partai keadilan sejahtera atau yang lebih dikenal dengan nama PKS. Jika kita pelajari sejarah kelahiran pks maka dapat kita simpulkan bahwa partai tersebut cukup sukses dalam menerapkan strateginya dan selalu masuk sebagai 5 besar pemenang dalam pemilihan umum. Bagaimana peluang pks di pemilu 2014 nanti, apakah masih tetap bisa berjaya sebagaimana prestasi yang pernah diraihnya?

Tak ada yang bisa memastikan karena semua belum terjadi, analisis yang ada saat ini bukanlah sebuah keputusan mutlak yang akan menimpa partai tersebut. Namun kita pun perku bertanya mengapa pks kini sudah tak sepopuler dulu, mengapa berita mengenai aktivitas dari partai ini makin berkurang di media media nasonal? Mungkin 7 penyebab berikut menjadi salah satu jawabannya kawan… :

Pertama, sebagian tokoh utama pks terlibat korupsi. Ini merupakan pukulan telak bagi pks, mereka tak bisa lagi menyatakan dirinya sebagai partai yang bersih dan peduli. Kasus yang menimpa lutfi hasan ishaaq seolah menjadi tendanga penalti di akhir pertandingan yang menentukan. Ibarat sebuah tim sepakbola yang sedang memperebutkan juara utama tiba tiba di akhir waktu harus dikalahkan oleh lawan akibat kesalahan yang tak perlu terjadi. Sebelum kasus suap impor sapi yang melibatkan mantan presiden partainya, pks dikenal sebagai partai yang paling bersih dan paling getol menyuarakan untuk pemeberantasan korupsi. Nah ketika mereka sendiri yang melakukan maka masyarakat jadi alergi, demikian juga dengan media yang secara terus meneruskan memanfaatkan isu tersebut untuk meningkatkan ratingnya. Kalau sudah begini maka sebaik apapun upaya untuk mengembalikan citranya sebagai partai yang bersih maka masyarakat tetap kurang percaya.

Kedua, tidak semua umat islam menyukai pks. Ini adalah fakta meskipun pks merupakan partai dengan basis dukungan dari umat islam. Sebagian ada yang kecewa ketika mereka tahu ada pemaksaan ibadah yang berbeda dengan keyakinan sebelumnya. Terlebih untuk kalangan islam moderat seperti NU, mereka menempatkan pks sebagai orang orang yang wahabi yang punya misi tersendiri.Sementara kita tahu bahwa jumlah warga nahdliyin di negeri ini merupakan yang terbesar,mereka paling tak suka ketika cara ibadahnya diganggu atau digerogoti oleh gerakan manapun. Andai saja pks murini berdiri sebagai partai politik dan bisa mengakomodir semua kepentingan umat islam maka sejelek apapun kasus yang menimpanya maka mereka akan tetap mendapat dukungan kuat dari umat islam.

Ketiga, sebagian kegiatan pks sudah tak diliput oleh media. Media tampaknya tidak lagi meliput aktivitas positif yang dilakukan oleh pks, mereka menganggap pks bukan lagi partai yang kini dibanggakan oleh masyarakat, yang selalu dinanti gerakan dan aktivitasnya. Hal ini tentunya sangat merugikan perjuangan partai, sebab bisa melemahkan brand yang telah dibentuknya selama bertahun tahun. Harus diakui media memang memainkan peranan penting dan bisa menjadi alat untuk membentuk opini di masyarakat. Apa yang diberitakan oleh media kadang diyakini masyarakat sebagai kebenaran, entah itu berita yang benar ataupun yang masih samar samar.

Keempat, pks dinilai tidak konsisten dalam setgab. Begitu sering partai ini menempuh kebijakan yang tidak disukai oleh setgad yang notebene pks menjadi salah satu anggotanya. Bahkan ketika pemerintah secara tegas menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, pks menyatakan penolakannya dengan alasan hal itu membebani rakyat. Andai pks bukan anggota setgab atau langsung menempatkan dirinya sebagai partai oposisi mungkin itu bebas dilakukan, tetapi dalam koalisi tentu cara cara seperti itu dipandang tidak etis dengan segala alasan yang dimilikinya.Masalah itu pun akhirnya melebar kemana mana, pks merasa bahwa hal itu sangat menguntungkan, ia bisa memanfaatkan momen yang tepat untuk membangun citra sebagai partai yang peduli. Sekaligus langkahnya akan membuat citra pemerintah jadi jelek dimata rakyat. Etika dalam hidup ini memang penting, hanya dengan mengedepankan etika kita akan dihormati dan disegani oleh rakyat.

Kelima, matinya gerakkan di tingkat ranting. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kasus suap yang melibatkan mantan presiden partainya, kader di tingkat ranting jadi malu pada masyarakat sekitar, mau bergerak tetapi takut dikatakan sebagai orang orang yang munafik, mereka akan kesulitan mendekati tokoh tokoh yang selama ini telah ditargetkan. Tawaran bantuan lewat pengurusan proposal jadi melemah karena masyarakat terlanjur menganggap jika pks tak jauh beda dengan partai partai yang lain. Bahkan masyarakat jadi antipati ketika hal hal yang berbau agama dibawa dan hanya dijadikan sebagai alat politik.Masayarakat tentunya tidak bisa disalahkan, mereka punya hak untuk menilai setiap partai yang dirasa sudah mengkhianati kepentingan bangsa dan negaranya.

Keenam, dukungan dana yang mulai menurun. Sudah bukan rahasia lagi bahwa ketika sebuah partai terus menanjak pamornya maka akan banyak pihak yang rela memberikan dukungan dana dalam jumlah besar ke partai tersebut. Dukungan dana seperti ini kadang tak diketahui oleh masyarakat tetapi nyata adanya. Nah dengan merosotnya pamor pks maka secara tidak langsung membuat pelaku bisnis atau pihak pihak yang punya kepentingan besar jadi tidak berani berinvestasi di pks,mereka akan mengalihkan dananya ke partai lain yang diperkirakan akan memenangkan pemilu 2014 nanti. Dana bagi partai ibarat darah dalam tubuh manusia, ketika peredaran darah tak lancar maka banyak organ yang terganggu.

Ketujuh, masyarakat dan media kini sedang terfokus ke jokowi. Fakta yang sangat menarik adalah dengan munculnya nama jokowi di Indonesia. Media hampir tiap hari memberitakan jokowi, dari media kecil hingga media yang paling berpengaruh secara terus menerus mengupas apapun yang dilakukan oleh jokowi. Jatah pemberitaan pks dan juga partai lain seperti telah terisi dengan nama jokowi, bahkan popularitasnya terus meningkat dan dalam beberapa polling dari lembaga survei ia selalu menempati urutan teratas. Dengan kata lain masyarakat kini tak lagi menempatkan pks sebagai partai pilihan utama, sebab mereka telah punya tokoh pilihan yang dipandang bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara. Satu satunya cara yang bisa dilakukan oleh pks adalah dengan mengurangi dominasi nama jokowi di media dan masyarakat, tetapi hal itu tampaknya sudah tak bisa, karena kereta telah melaju begitu kencang, sementara pks masih harus memperbaiki beberapa bagian agar bisa berjalan normal kembali.


TAGS indonesia partai politik


-

Author

Follow Me