7 Mitos Meremas Payudara Wanita Yang Kurang Relevan

14 Nov 2013

Cara meremas payudarampada wanitaHallo sahabat pembaca blogterselubung.blogdetik.com… saya harap hari ini merupakan waktu yang berbahagia untuk sahabat semua. Melanjutkan aktivitas di dunia blogging tak lepas dari umpan balik yang diberikan oleh pembaca blog ini, termasuk juga apa yang akan saya sampaikan pada tulisan yang menurut saya sendiri cukup mengandung kontroversi. Kenapa ? Karena basically saya seorang pria dan kurang kompeten untuk menyampaikan masalah ini, tetapi meskipun demikian saya berusaha mencari rujukan, bertanya ke yang lebih ahli dan menelaah literatur yang ada di dunia maya dan juga datang langsung ke salah satu tenaga medis. Dari serangkaian aktivitas tersebut akhirnya saya menemukan 7 kesimpulan yang berhubungan dengan pengaruh dan mitos ketika seorang meremas payudara :

Pertama, Meremas payudara tidak secara otomatis membuat payudara wanita jadi lebih besar. Dalam masyarakat berkembang suatu pandangan yang mengatakan kalau meremas payudara bisa menjadikan buah dada wanita menjadi lebih besar dan berubah ukurannya. Seorang dokter berkata bahwa perubahan ukuran pada payudara sebenarnya bukan karena remasan tetapi ada faktor faktor lain, dalam hal ini ketika wanita itu masih dalam tahap pertumbuhan maka ukuran payudaranya akan bisa lebih besar meskipun tanpa dilakukan peremasan. Artinya secara alami payudara akan tumbuh mencapai ukuran idealnya berdasarkan bentuk dan postur badan wanita itu sendiri.

Kedua, Meremas payudara dapat mendatangkan kenikmatan. Hal ini tentu saja relatif, secara sederhana saya menemukan bukti lain dari sebuah survei kecil yang dilakukan beberapa tahun lalu. Berdasarkan hasil analisis yang didapat pada survei tersebut ternyata tidak semua wanita bisa merasakan kenikmatan ketika buah dada mereka diremas oleh pasangannya. Hal ini bisa terjadi bukan karena si wanita lagi ada masalah, tetapi karena memang dia tak mampu menanggapi rangsangan yang berasal dari luar. Jadi, kenikmatan yang diperoleh oleh wanita sifatnya relatif, bisa saja si wanita merasa sakit ketika buah dada mereka diremas.

Ketiga, Meremas payudara bisa mengencangkan buah dada wanita kalau dilakukan secara rutin. Setelah ditanyakan kepada seorang dokter ternyata itu merupakan hal yang salah. Justeru yang terjadi adalah sebaliknya, payudara akan bertambah lembek dan mengendur lebih cepat dari sebelumnya. Perubahan seperti ini tak mudah untuk dikembalikan dan akan makin sulit manakala usia sudah lewat dari masa pertumbuhan. Seorang dokter tentu tak akan ngawur dalam memberikan jawaban,tentunya jawaban tadi bisa menjadi salah satu rujukan yang bisa diterima kebenarannya.

Keempat, Meremas payudara dapat mengubah tingkat kemontokan. Ini juga pandangan yang dinilai oleh kalangan medis. Mereka memberi satu pemahaman kepada masyarakat bahwa tingkat kemontokan yang terdapat pada buah dada wanita tidak dipengaruhi oleh seberapa sering payudaranya diremas, seberapa lama buah dadanya diremas dan perlakuan lain yang kurang tepat. Ukuran montok pada payudara wanita terkait langsung tingkat kesehatan, faktor genetik dan hal hal lain yang secara medis mendapat pembenaran ilmiah. Jadi jangan memaksakan diri untuk mengubah kemontokan dengan tindakan yang salah.

Kelima, Meremas payudara tidak mendatangkan bahaya apapun. Ada sebagian pandangan yang mengatakan kalau meremas buah dada tak akan memberi dampak negatif atau bahaya tertentu, padahal gerakkan yang keliru bisa memunculkan masalah serius seperti kanker payudara, atau ketika payudara telah mendapat gejala kanker pada buah dadanya maka akan makin berbahaya, karena bisa memicu penyebaran kanker dengan lebih cepat. Dengan kata lain tiap wanita mesti selalu memastikan kalau buah dadanya sehat dan hanya diremas oleh pasangan yang syah secara hukum negara ataupun aturan agama. Jangan pernah mengorbankan hal yang begitu penting demi memenuhi nafsu semata mata.

Keenam, meremas payudara membuat air susunya jadi berkurang. Menurut ahli medis ini sesuatu yang tidak benar, mereka tidak menemukan satu bukti pun jika meremas payudara akan mengurangi jumlah air susu pada wanita. Kelenjar susu yang terdapat pada kalangan wanita tidak terkait dengan seberapa sering payudara diremas, kelenjar tersebut dikendalikan oleh hal lain yang terdapat pada wanita yang tak bisa dipisahkan dari kekuatan luar biasa dari kuasa Tuhan Semesta Alam.

Ketujuh, Meremas payudara mendekatkan hubungan antara suami istri. Kalau hal ini mungkin ada benarnya, selain sebagai bumbu kemesraaan dalam rumuah tangga tentu akan menciptakan kehangatan dalam sebuah hubungan. Melakukan hal ini bisa saja mendatangkan efek sebaliknya ketika sitri dalam keadaan yang tidak on, bukannya tambah hangat tetapi malah muncul amarah dan sikap yang menyakitkan. Perlu dibangun komunikasi yang intensif dan perasaan saling memahami antara satu dengan yang lain agar semua imbas bisa mendatangkan hal hal yang menguatkan hubungan. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah hadir di blog ini


TAGS Wanita kesehatan organ


-

Author

Follow Me