7 Cara Menghargai Jasa Para Pahlawan Kita

10 Nov 2013

Cara menghargai jasa para pahlawanSahabat blogterselubung.blogdetik.com… Tepat di hari ini, 10 Novemer 2013, merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena bertepatan dengan Hari Pahlawan yang biasanya kita peringati dengan cara upacara bendera seperti saat kita masih sekolah dulu. Saya tak tahu apakah sahabat semua masih bangga dan menempatkan tanggal 10 November ini sebagai hari yang penting atau tidak, namun jauh dilubuk hati yang dalam saya sangat berharap agar kita mau meluangkan waktu untuk mengenang kembali para pahlawan yang telah merelakan semua yang mereka miliki untuk kejayaan bangsa dan negeri ini. Disini tentunya saya tak akan berceramah mengenai masalah hari pahlawan ini, tetapi saya hanya ingin mengulas beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap jasa jasa para pahlawan yang mulia. Mungkin 7 hal berikut ini layak kita lakukan kawan :

Pertama, Mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Kita tahu bahwa para pahlawan dulu rela mengorbankan nyawa demi keselamatan negara. Mereka berjuang demi harga diri bangsa yang telah terinjak injak oleh kaki kejam para penjajah. Siapa penjajah itu ? Mereka adalah pihak pihak yang merugikan bangsa Indonesia, tak peduli apakah mereka kekuatan asing atau bukan maka tetap bisa disamakan dengan penjajah. Peemerintah, selaku penguasa, bisa saja menjadi penjajah di negerinya sendiri kalau kebijakan yang ditempuh mendatangkan kesengsaraan bagi rakyatnya. Mengkritisi kebijakan pemerintah yang semena mena tentu merupakan hal yang bisa kita lakukan yang bernilai kepahlawanan.

Kedua, Belajar Tentang Tekonologi Masa Kini. Para pendahulu kita adalah orang orang mulia yang sangat gemar membaca, dengan segala keterbatasan yang ada mereka tetap meluangkan waktu untuk belajar banyak hal. Kita yang kini hidup di era informasi bisa mengambil peran sebagai agen perubahan bangsa, peperangan dimasa kini tidak lagi mengandalkan senjata tajam, bom, dan meraim, tetapi yang kita butuhkan saat ini adalah penguasaan tekonologi supaya bangsa kita tak mudah dipermainkan oleh kekuatan negara lain. Jangan pernah biarkan kekuatan asing menjadi majikan di negeri ini, kitalah yang harus menjadi penguasa dan pengendali segala kekuatan yang ingin beroperasi di nusantara. Kalau saat ini bangsa kita masih kalah dalam banyak hal maka sikap cinta kepada ilmu pengetahuan dan rela berkorban untuk terus belajar bisa menjadi salah satu solusinya.

Ketiga, Menceritakan Kembali Perjuangan Para Pahlawan. Orang tua punya tanggung jawab besar untuk mengenalkan kembali para pahlawan nasional yang kini telah dilupakan oleh sebagian generasi muda. Bagaimana kita bisa punya ikatan emosional dengan para pejuang kalau kita sendiri tak pernah mengenal siapa dan apa yang mereka lakukan dimasa lalu? Mungkin hari ini sebagia n generasi muda lebih hapal biografi dari Luna Maya daripada kisah perjuangan Pangeran Diponegoro, anak anak SD mungkin lebih bangga kepada lionel messi daripada Thomas Mattulesi. Bung Tomo atau bung bung yang lain mungkin tak pernah membuat siswa siswi SLTA bangga karena mereka lebih dekat dengan nama agnes monica, julia perez dan lainnya. Kebanggaan terhadap para pejuang sangatlah penting agar kita tak melupakan bagaimana beratnya proses panjang perjalanan bangsa dan negeri yang kita cintai.

Keempat, Belajar Menerima Kekalahan. Para pahalawan bangsa yang mulia merupakan pribadi yang sangat bisa menghargai arti kekalahan, mereka tak meluapkan kekalahan itu dalam bentuk tindakan tindakan yang anarkis. Misalnya dalam sepak bola kita sering menyaksikan sikap yang kurang sportif saat tim kesayangan dikalahkan oleh lawan. Padahal sikap seperti ini bisa dikurangi andai kita semua maau mengambil pelajaran yang penting dari apa yang telah dicontohkan oleh pahlawan bangsa ini. Kalah atau menang dalam berjuang itu hal biasa, yang tidak biasa adalah menerima kekalahan dengan lapang dada, lalu mengubah strategi agar mampu mencapai kemenangan dengan gemilang. Makanya point yang ketiga di atas sangat mendesak untuk dilakukan di sekolah sekolah. Guru, sebagai orang tua dan panutan peserta didik punya tanggung jawab yang besar atas kesukssesan penanaman sikap rela menerima kekalahan ini.

Kelima, Peduli Kepada Sesama. Jika kita mau jujur maka bangsa ini masih sangat kurang tingkat kepeduliannya, kita terkadang lebih bangga terhadap hal hal yang berasal dari negara maju. Memang harus kita akui jika bangsa kita masih kalah dengan Amerika, kita bisa melihat bagaimana Amerika sangat cepat dalam merespon suatu kejadian yang ada di negara lain. Saat ada bencana mereka langsung mengirimkan berbagai jenis bantuan, bahkan tak jarang mereka menjadi bangsa pertama yang menawarkan bantuan secara nyata. Walau kita tahu bahwa tidak semua bantuan itu cuma cuma alias ada kepentingan lain yang tersembunyi, tetapi yang jelas sikap peduli mereka dulu sudah diterapkan oleh pahlawan pahlawan kita tercinta. Para pendiri bangsa rela tak makan berhari hari dan rela berjuang sampai mati untuk membela kehormatan bangsa, sementara kita kadang masih begitu egois melihat tetangga yang serba kekurangan,kita biarkan mereka terus menderita padahal andai saja kita mau sedikit peduli pada saudara kita itu maka boleh jadi mereka akan bisa mencapai hal hal yang terhormat.

Bung Karno Pahlawan BangsaKeenam. Memasang Gambar Pahlawan di Rumah. Mungkin ini hal yang kecil tetapi telah dilupakan oleh sebagian besar masyarakat di nusantara. Mereka menganggap kalau gambar pahlawan tak pernah menarik untuk dipasang, hanya mengotori dinding ruangan atau menggganggu gambar lain yang dinilainya lebih bernilai seni. Padahal gambar pahlawan tentu bukan sekedar gambar, dengan memandang foto Bung Karno misalnya, maka bisa jadi kita bisa menangis tatkala membayangkan beratnya perjuangan beliau dalam menghadapi tipu muslihat penjajah. Seorang bisa saja menangis ketika menatap lekat lekat Bung Hatta yang dengan ide cemerlangnya menelurkan sistem ekonomi yang membawa keuntungan pada rakyat kecil. Atau kita pun akan menangis kalau mau membayangkan bagaimana Pangeran Diponegoro ditangkap dengan cara yang licik oleh penjajah . Memasang gambar para pahlawan jauh lebih penting daripada memasang simbol simobol partai politik.

Ketujuh. Doakan Para Pahlawan Secara Rutin. Bangsa ini berhutang nyawa kepada para pahlawan, tak ada yang bisa kita lakukan hari ini selain mendoakan mereka, apakah doa kita akan diterima Tuhan ? Sebagai orang yang yakin kepada Tuhan maka saya percaya semua doa baik kita akan didengar oleh Tuhan. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang tak tahu berterima kasih dan lupa terhadap perjuangan pahlawan kita. Doa doa yang kita panjatkan akan menjadi penenang mereka di sisi Tuhan, mereka akan tersenyum dan bangga kepada kita yang kini telah terbebas dari penjajajahan. Mereka tak meminta uang dan kekayaan yang kita miliki, mereka tidak meminta jabatan yang kita pegang, tetapi yang mereka inginkan adalah bahwa kita mau mencontoh hal hal positif yang telah mereka lakukan. Sudahkah hari ini kita berdoa untuk para pahlawanan bangsa ini ? Terima kasih


TAGS harapan manusia cinta indonesia pahlawan


-

Author

Follow Me