7 Bentuk Kebanggaan Bangsa Terhadap Timnas U-19 Yang Berjaya

24 Oct 2013

Membangun Kebanggaan Tim Secara Terus MenerusSetelah bertahun tahun timnas hanya mendapat kritikan dan hujan hujatan atas buruknya prestasi dimasa itu maka fajar harapan muncul setelah kemarin Timnas U-19 tampil begitu gemilang. Serangan demi serangan yang dibangun para pemain mampu memperbaiki citra kalau timnas Indonesia hanyalah tim kelas kambing yang tak punya kesempatan untuk menjadi tim terbaik di Asia. Apakah memang kita harus bangga dengan prestasi yang sangat dahsyat sebagaimana yang kini telah kita genggam? Berikut 7 bentuk kebanggaan yang menurut saya harus tetap dicurahkan kepada Timnas Indonesia dengan segala keunggulan maupun kekurangannya :

Pertama, semangat untuk terus memberikan dukungan kepada Timnas U-21 hendaknya tak hanya berhenti pada pujian kepada para pemain. Sanjungan dan ucapan selamat memang tak pernah bisa dibandingkan dengan bonus uang tetapi kita juga mesti siap menghargai mereka andai kelak mengalami kegagalan. Kita mesti belajar untuk menerima kenyataan baik itu kenyataan manis ataupun pahit yang bisa menimpa pada timnas.

Kedua, media perlu mengambil peran aktif untuk lebih banyak memuat berita atau informasi yang mengangkat aktivitas Timnas Indonesia. Selama ini apa yang disampaikan media diyakini menjadi salah satu pertimbangan bagi rakyat untuk mendukung atau tak mendukung timnya sendiri. Rasa bangga terhadap timnas tidak cukup hanya dengan memberi hadiah, namun yang lebih penting lagi adalah adanya upaya dan sikap positif masyarakat terhadap nasib timnas pada masa masa selanjutnya. Bila bangsa ini bisa lebih bangga terhadap timnya sendiri dibanding dengan tim dari negara lain maka kita tak akan terlalu sulit untuk melahirkan timnas yang lebih tangguh dari sekarang.

Ketiga, jadikan para pemain sebagai pahlawan, baik saat mereka menang ataupun saat mengalami kesalahan. Saya pernah membaca satu kisah dimana seorang pemain terbaik melakukan kesalahan, seluruh tubuhnya pun gemetar , matanya berlinang air mata! Ia merasa bersalah dan merasa sudah tak berguna lagi ada di tim tersebut, Ia pun membayangkan kalau tak lama lagi akan dipanggil oleh manajemen untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya. Belum lagi teriakan hinaan dari para supporter yang kecewa, semua perasaan bercampur jadi satu saat permainan belum usai.

Esok harinya ia memang dipanggil oleh sang pelatih,namun ini bukan sembarang pelatih, beliau telah lama menangani para pemain dari berbagai karakter. Setelah keduanya saling berhadapan maka terjadilah percakapan yang sangat penting, si pemain yang masih tetap merasa bersalah ini mengira kalau dirinya pasti akan dipecat atau pada tahap selanjutnya mungkin akan digeser menjadi pemain cadangan. Namun dugaan pemain itu meleset, ternyata dengan sangat santun pelatih berkata begini : “Saya tahu anda telah melakukan kesalahan hingga tim kita kalah hari ini, walau saya kecewa tetapi itulah pelajaran terbesar untuk anda. Besok kita akan menghadapi tim yang lebih tangguh, saya hanya meminta anda bermain lebih baik dibanding hari kemarin. Anda pasti bisa karena saya tahu jika anda mempunyai bakat yang luar biasa !!!

Keempat, membentuk kebanggan terhadap timnas hendaknya tidak dilakukan secara musiman. Kita perlu memiliki strategi yang dilembagakan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap masa depan timnas. Jika kita mau mengambil perbandingan dengan negara lain yang kini telah menjadi kampiun dunia maka kita akan mendapati kalau mereka selalu menanamkan kebanggaan terhadap tim nasionalnya sejak dini. Bagaimana nama besar para pemain disebut dan diceritakan oleh orang orang di berbagai tempat, bahkan di sekolah atau perguruan tinggi obrolan mengenai rasa bangga mereka terhadap tim sangat mendominasi. Makanya tidak berlebihan kalau generasi muda mereka selalu menempatkan cita cita utamanya sebagai pemain bola.

Kelima, Kebanggaan terhadap timnas akan lenyap jika para pemimpin strategis di negeri ini lebih mengandalkan ambisi pribadinya dibandingkan dengan kepentingan bangsa. Masyarakat Indonesia pasti tak akan rela jika prestasi timnas yang telah ada akhirnya harus melorot gara gara kebijakan yang menghambat. Timnas tetaplah timnas, tak bisa dijadikan sebagai alat politik untuk mencapai kekuasaan, sebab selain akan mengalami kemunduran juga bisa melunturkan semangat generasi muda yang sudah terlanjur bangga. Bahkan tak menutup kemungkinan sebagian pemain yang potensial tak terakomodir gara gara beda pandangan dengan para penguasa. Timnas harus tetap berada pada lapangan hijau, tak bisa dipindahkan ke lapangan lain, karena akan mengalami uring uringan dan kemunduran.

Keenam, dunia pendidikan hendaknya dilibatkan untuk membentuk kebanggaan terhadap timnas. Guru, sebagai pendidik dan pengajar punya peran yang sangat strategis untuk membentuk citra timnas dimata generasi muda. Pandangan guru bagi peserta didik akan selalu dikenang oleh siswa, sekaligus guru bisa memberikan teladan betapa pentingnya sikap menerima kegagalan. Dengan posisi yang strategis ini maka diharapkan kelak tak akan ada lagi cerita adu jotos dtengah lapangan atau lemparan batu ke lapangan hanya karena pemain melakukna kesalahan.Kita akan belajar menerima kekalahan dan siap menyambut dengan ucapan selamat ketika timnas tampil sebagai pemenang.

Ketujuh, terus menanamkan keyakinan jika kelak timnas akan tampil di putaran final piala dunia. Segenap rakyat merindukan hal ini, bahkan tiap kita menonton ajang paling bergengsi ini kita selalu berkata kapan ya timnas bisa tampil disana. Apa iya dari sekian ratus juta rakyat Indonesia tak ada yang mampu untuk jadi wakil Indonesia? Sebagai bangsa yang besar kita harus yakin kalau timnas kelak akan ada di piala dunia, kita tak boleh lagi hanya menjadi penonton dan obyek pasar bagi tim lain. Kapan tepatnya timnas bisa tampil di ajang FIFA World Cup maka hanya Tuhan yang tahu, namun kita harus percaya dan tak boleh kehilangan harapan hingga kelak kita saksikan pemain pemain kita tercinta ada disana! Timnas U-19 boleh jadi telah menginspirasi generasi muda kita, kini rakyat makin yakin kalau kelak kita juga bisa menjadi kekuatan dunia yang disegani. Tuhan kabulkanlah harapan bangsa Indonesia ini, amiin…

Demikianlah aanalisa ringan dari blogger yang masih kekurangan disana sini, komentar, tambahan dan pandangan sahabat pembaca sangat saya nantikan, sekali lagi mari kita ucapkan selamat dan sukses untuk TIMNAS U-19 yang telah sukses mengharumkan nama bangsa. Hiduplah Timnasku dan Jayalah bangsaku. (blogterselubung.blogdetik.com)


TAGS manusia


-

Author

Follow Me